Wisata Jelajah Padang Pasir

Bokhari namanya. Dia menjadi sopir sekaligus guide kami untuk Desert Safari di Dubai. Inilah aktivitas yang wajib dilakukan kalau ke Dubai. Kapan lagi mengendarai mobil SUV naik turun bukit di padang pasir.

ore itu Bokhari menjemput kami di Rove Hotels Dubai. Mobilnya mentereng. Sebuah Land Cruiser 200 terbaru. Tersedia beragam paket untuk Desert Safari ini di Arabian Adventures. Harganya mulai dari AED 290 atau sekitar Rp 1,1 juta per orang.

Sambil mengemudi, Bokhari menjelaskan berbagai hal. Mobil yang digunakan untuk Desert Safari harus diperkuat dengan rangka tambahan sehingga aman jika terguling. Setiap mobil juga harus dilengkapi GPS dan alat komunikasi. Keselamatan adalah hal nomor satu. Jadi dipastikan perjalanan ini aman untuk seluruh anggota keluarga.

Setelah menyusuri jalan raya, mobil mulai memasuki kawasan Padang Pasir. Petualangan segera dimulai.

“Ini adalah wilayah konservasi. Di dalam kita bisa melihat kambing gurun dan oryx, sejenis antelop yang hidup di padang pasir,” kata Bokhari kepada merdeka.com dan sejumlah media yang diundang Dubai Tourism.

Sebelum mulai ber-off road, ban dikempiskan agar lebih menggigit pasir. Mobil melaju kencang di padang pasir. Rasanya seperti naik roller coaster. Seru!

Di beberapa titik, kami berhenti untuk berfoto-foto. Sayang saat itu sunset tertutup awan, kalau tidak tentu sangat indah bisa menyaksikan matahari tenggelam sempurna di tengah bukit-bukit pasir.

Setelah dua jam berkendara, kami dibawa ke sebuah tempat pemberhentian yang didesain mirip tenda-tenda suku Badui. Di tengah padang pasir inilah para suku penjelajah yang tangguh ini hidup.

Kami disuguhi aneka makanan. Tak lupa hiburan tarian ala suku padang pasir dipertunjukkan pada para tamu.

Namun yang paling berkesan adalah saat semua lampu dipadamkan. Para peserta tour diminta duduk atau berbaring sambil memandang ke langit.

Pemandangannya luar biasa. Langit terang bertabur bintang. Nyaris tak ada suara sedikit pun. Semua menyadari kami tengah berada di sebuah tempat antah berantah di tengah padang pasir. Begitu tenang dan damai.

Tour usai setelah 4 jam. Kami kembali menyusuri jalanan Dubai yang ramai menuju hotel di pusat kota. Saya teringat sebuah kalimat yang pernah saya baca. “Kamu bisa membersihkan pasir di sepatumu, tapi petualangan padang pasir akan tinggal selamanya di hati.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *